Social Icons

animasi bergerak gif
AGUNG MULYA TKJ

Pages

Senin, 02 Maret 2015

Tentang Linux Debian


A. Pengertian Debian
Debian adalah sistem operasi (SO) bebas untuk komputer Anda. Sebuah sistem operasi adalah kumpulan program-program dasar dan utilitas yang membuat komputer Anda berjalan. Debian menggunakan kernel Linux. Debian Linux menyediakan lebih dari sebuah SO murni: Debian datang dengan perangkat lunak yang telah terkompilasi dipaketkan dalam format yang bagus untuk kemudahan instalasi di mesin Anda.

B. Sejarah Perkembangan Debian
Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdoch, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993, Nama Debian berasal dari kombinasi nama mantan-kekasihnya Debra dan namanya Ian. Proyek Debian tumbuh lambat pada awalnya dan merilis versi 0.9x di tahun 1994 dan 1995. Pengalihan arsitektur ke selain i386 dimulai ditahun 1995. Versi 1.x dimulai tahun 1996. Ditahun 1996, Bruce Perens menggantikan Ian Murdoch sebagai Pemimpin Proyek. Dalam tahun yang sama pengembang debian Ean Schuessler, berinisiatif untuk membentuk Debian Social Contract dan Debian Free Software Guidelines, memberikan standar dasar komitmen untuk pengembangan distribusi debian. Dia juga membentuk organisasi “Software in Public Interest” untuk menaungi debian secara legal dan hukum.
Di akhir tahun 2000, proyek debian melakukan perubahan dalam archive dan managemen rilis. Serta di tahun yang sama para pengembang memulai konferensi dan workshop tahunan “debconf”. Di April 8, 2007, Debian GNU/Linux 4.0 dirilis dengan nama kode “Etch”. Rilis versi terbaru Debian, 2009, diberi nama kode “Lenny”.

C. Kelebihan dan kekurangan Debian
Debian hadir dengan membawa beberapa kelebihan dan kelemahan, yaitu sebagai berikut :
Kelebihan Debian

Beberapa kelebihan dari system operasi debian antara lain sebagai berikut:
- Free Software, artinya dapat mengambil/ menyalin source program Linux tanpa dikenai biaya dan dapat memperbanyak, memodifikasi serta menyebarluaskan secara bebas
- Open Source, artinya semua listing program dari source code sistem operasi tersebut dapat dilihat dandimodifikasi tanpa adanya larangan dari siapapun
- Kestabilan program yang telah teruji, sistem tidak mudah mengalami hang, walaupun telah menjalankan program secara terus menerus dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu lebih dari satu bulan, dengan tanpa harus melakukan restart.
- Debian Linux merupakan sistem operasi cross platform yang dapat dijalankan pada hampir semua jenis/tipe komputer yang ada saat ini.
- mudah dipelihara
- sangat stabil
- jarang down kecuali:
o kerusakan perangkat keras
o update kernel
o mati listrik

Dapat dijabarkan disini untuk kebutuhan spesifikasi perangkat kerasnya, Debian Linux mendukung hampir semua jenis/ tipe komputer, yaitu mulai generasi processor sekelas intel 80386, 80486, sampai Pentium dengan berbagai klasnya. Sedangkan kapasitas hardisk yang dibutuhkan untuk menginstalasi Debian Linux pada server minimal 1,6 GB dan untuk client atau workstation membutuhkan space minimal 600 MB.
Untuk mendukung paparan tersebut, pada September 2005 yang lalu telah dilakukan percobaan penerapan instalasiserver pada komputer desktop dengan spesifikasi :
• Processor : Intel Pentium 4.3.06 Ghz
• Memori : DDR 256 PC 3200
• Hardisk : Seagate 80 GB
• Graphics : Intel On board
• OS : Debian 3.1. Sarge
• Webserver : Apache 2.1
• DBMS : PostgreSQL 8.1
• Lainnya : PHP 4.3, PostgreSQL management tool

Kelemahan Debian antara lain :
Terlepas dari beberapa kelebihannya yaitu seperti yang disebutkan diatas, system operasi debian memiliki beberapa kelemahan, yaitu sebagai berikut :
- Yang jadi kelemahan debian bagi user adalah versi software yang dipakai, biasanya versi yang dipakai debian lebih tua dari yang sudah rilis saat itu
- Sangat sulit memasukkan software versi terbaru kedalam distronya, sebelum benar benar teruji dari sisi keamanannya ataupun kestabilannya.
- Sulit dikonfigurasi pada saat install pertama kali
- Perlu repositori besar (40-60 GB )
- Perioda rilis yang konservatif

A. Kesimpulan
Debian adalah sistem operasi (SO) bebas untuk komputer. Sebuah sistem operasi adalah kumpulan program-program dasar dan utilitas yang membuat komputer Anda berjalan.
Debian pertama kali diperkenalkan oleh Ian Murdoch, seorang mahasiswa dari Universitas Purdue, Amerika Serikat, pada tanggal 16 Agustus 1993, Nama Debian berasal dari kombinasi nama mantan-kekasihnya Debra dan namanya Ian.
Debian hadir tentunya dengan beberapa kelebihan dan kekurangan, salah satunya yaitu system SO jenis ini jarang sekali down.
Kelebihan & Kekurangan Mac OS
Beberapa kelebihan yg di miliki oleh Mac OS :
1).Mac OS Tidak mudah terkena virus.
Dirancang dengan security oriented, Mac OS tidak diganggu oleh serangan konstan dari PC virus dan malware. Namun tidak juga akan memperlambat Anda dengan peringatan keamanan konstan dan interupsi lainnya.
2).High Performance.
Khususnya pada Mac OS X – dengan prosesor Intel terbaru dan inovasi terbaik lainnya, Mac dapat melakukan semua hal yang hanya dapat dilakukan Mac – dengan kecepatan yang menakjubkan.
3).User-friendly
Dengan tampilan GUI yang sangat menarik, menjadikan Mac OS sebagai salah satu OS yang banyak diminati khususnya oleh para graphic designer dan bagi mereka yang baru mempelajari komputer.
Kekurangan yg di miliki oleh Mac OS :
1). Mac tidak bisa dirakit sendiri karena Apple sudah tidak memberi license untuk perusahaan lain untuk membuat hardware yang bisa menggunakan Mac OS
2). Software di Mac OS tidak begitu lengkap
Pengaruh dominansi Microsoft Windows selama bertahun-tahun membuat user sudah sangat terbiasa dan enggan beradaptasi dengan OS terbaru. Dasar pemikiran yang sama juga menjadi alasan melimpahnya aplikasi terbaru dengan system requirement Windows.
3).Biayanya Mahal
4). Hanya berguna untuk graphic designer
5). Tidak dapat digunakan dalam waktu bersamaan
6). Softwarenya tidak lengkap dan tidak cocok bermain game karena tampilannya kurang bagus
jadi,Mac OS tidak saja mempunyai kelebihan.Tetapi Mac OS juga mempunyai banyak kekurangan yang harus di perhatikan oleh pengguna nya.












Assalamualaikum wr.wb
Sebelum menginstall, maka kita harus mempersiapkan alat dan  bahanya terlebih dahulu, yaitu sebagai berikut:
1.    Alat dan Bahan
a.    Alat
1)   PC Proccess Minimum P.III
2)   Memory RAM Minimum 512 MB
3)   DVD-ROM/RW Driver
4)   Minimum Ruang Hard Disk 8 GB
b.    Bahan
1)   CD/DVD Installer Debian
2)   Koneksi Internet (Jika Ada)
        Setelah alat dan bahannya sudah lengkap, maka  kita selanjutnya memulai tahapan penginstalan Linux Debiannya, yaitu sebagai berikut:
* Nyalakan PC anda, dan pada saat booting tekan tompbol F2 atau F12 atauDelete pada keyboard untuk masuk konfigurasi/settingan BIOS

* Aturlah Sistem Boot pada menu BIOS yang muncul, dimana dalam hal ini kita menggunakan CD/DVD-ROM/RW maka kita harus meletakkannya pertama sehingga media penyimpanan yang dibaca pertama yaitu media CD/DVD-ROM/RW

- Setelah mengatur BIOS PC, lalu masukkan CD/DVD installer Debian GNU/Linux. Kemudian tekan F10 untuk Save and Exit.

Bagi yang ingin belajar menginstalasi Linux Debian, dan konfigurasi DNS ( Bind9 ) dan routing control
saya akan mensharing tentang instalasi linux debian dan konfigurasi DNS
disini saya menggunakan ip : 
( Local )  eth0 = 192.168.5.4
( Lan )     eth1 = 200.100.10.xxx/26
( Client ) eth0:1 = 192.168.1.xxx/26

1. Kita install linux debian, kita pilih install

2. Kita pilih bahasa, kita pilih english

3. kita pilih negara, karena tidak ada indonesia, kita pilih other 

4. Kita pilih benua atau negara, kita pilih asia, karena indonesia termasuk di asia

5. Kita pilih negara, karena kita tinggal di indonesia, kita pilih indonesia

6. Kita pilih negara ke pengaturan lokal bisnis standar, kita pilih united states

7. Kita pilih americans english

8. Kita pilih eth0, TAPI pada saat tulisan cancel muncul, kita harus cepat – cepat menekan tombol enter, kita cancel karena kita akan memberikan eth0 secara manual

9. Tampilannya akan seperti ini jika kita cancel saat eth0

10. Kita pilih Configure Network Manually


11. Kita bebas mengisikan ip address kita, ip ini untuk eth0, saya memakai ip 192.168.5.4

12. knapa netmasknya 255.255.255.0 ? karena ip address 192.168.5.4 termasuk ke dalam kelas C, yang berarti netmasknya adalah 255.255.255.0

13. Kita masukkan Gateway nya

14. Kita masukkan name server

15. Kita masukkan hostname

16. Kita masukkan domain kita, pakai ( .com ) atau ( .sch.id ) atau ( .edu ) dan lain - lain

17. Kita masukkan password, passwordnya adalah 123

18. Kita masukkan kembali passwordnya 123


19. Kita masukkan nama panjang kita

20. Kita masukkan nama untuk user

21. Kita masukkan password untuk user debian kita, saya memberikan password 123 supaya mudah diingat

22. Kita masukkan kembali passwordnya 123

23. Kita pilih zona waktu kota kita, pilih karena saya tinggal diserang saya pilih jakarta

24. Kita pilih manual, untuk membagi partisi secara manual

25. Kita pilih yang diblock merah

26. Kita pilih yes, untuk membuat partisi baru

27. Kita pilih free space

28. Karena kita ingin membuat partisi baru kiti pilih creat a new partition

29. Masukkan partisi sesuai kebutuhan, karena saya hanya mempunyai 3 GB maka saya akan
membagi menjadi 3 partisi

30. Kita pilih primary

31. Kita pilih beginning

32. Kita pilih done untuk selesai

33. Kita pilih free space

34. Karena kita ingin membuat partisi baru maka kita pilih create a new partition

35. Kita bagi partisi sesuai kebutuhan

36. Kita pilih logical

37. Kita pilih beginning

38. Kita pilih done

39. Kita pilih free space

40. Kita pilih create a new partition

41. Kita bagi partisi sesuai kebutuhan

42. Kita pilih logical

43. Kita pilih Use as untuk mengganti supaya menjadi swap area

44. Kita kita pilih swap area

45. Kita pilih done untuk selesai

46. Kita pilih finish untuk selesai membagi partisi

47. Kita pilih yes

48. Kita pilih no

49. Kita pilih no lagi

50. Kita pilih yes

51. Kita pilih paling bawah lalu kita tekan enter

52. Kita pilih yes untuk menginstal grub boot loader

53. Installan selesai, kita pilih continue

54. Tampilannya seperti ini jika kita sudah masuk ke debian, kita login dengan root, dan password yang sudah dibuat tadi yaitu 123

55. Tampilannya akan seperti ini jika kita sudah login, lalu masukkan script nano /etc/network/interfaces

56. Tampilannya akan seperti ini jika kita sudah masuk kedalam directory, kita ganti dengan auto eth0, dan dibawahnya kita isikan ip eth1 dan client

57. Kita masukkan ip eth1, dan ip client

58. kita simpan ctrl+x, y, dan enter, lalu kita restart dengan script /etc/init.d/networking restart, jika berhasil tampilannya akan seperti ini

59. Lalu kita install bind9 dengan script apt-get install bind9

60. Kita pilih y

61. Kita masukkan cd1 debian6, setelah dimasukkan kita tekan enter

62. lalu kita masuk ke bind9, dengan script cd /etc/bind

63. kita masukkan script ls untuk melihat

64. Tampilannya akan seperti ini jika kita melihat ls

65. Lalu kita masukkan script cp db.127 db.192 tekan enter, dan cp db.local db.agungmulyatkj tekan enter

66. Lalu kita masukkan script nano db.192

67. Tampilannya akan seperti ini jika kita sudah masuk kedalam directory nano db.192

68. Lalu ganti seperti ini, dan kita save

69. Lalu kita masuk ke directory nano db.agungmulyatkj

70. Tampilannya akan seperti ini jika kita sudah masuk kedalam directory nano db.agungmulyatkj

71. Lalu kita ganti seperti ini, dan kita save

72. Lalu kita masukkan script nano /etc/hosts

73. Tampilannya akan seperti ini jika kita sudah masuk ke dalam direcktory hosts

74. Lalu kita tambahkan, dan kita save

75. Lalu kita masuk kedalam directory resolv dengan script, nano /etc/resolv.conf

76. Lalu kita tambahkan

77. Lalu kita masuk ke nano named.conf.default-zones, tampilannya akan seperti ini jika kita sudah masuk

78. Lalu kita ganti seperti ini, lalu dibawahnya kita tambahkan text lagi

79. Kita masukkan text seperti ini, dan save

80. Lalu kita restart bind9 dengan script, /etc/init.d/bind9 restart, tampilannya akan seperti ini jika kita berhasil

81. Lalu kita masuk ke directory sysctl dengan script, nano /etc/sysctl.conf, lalu kita hapus tanda # atau pagar di net.ipv4.ip_forward=1 untuk mengaktifkan, dan di save

82. Lalu kita masuk kedalam directory rc.local dengan script, nano /etc/rc.local

83. Lalu kita tambahkan text seperti ini, dan di save

84. Lalu kita nslookup domain kita dan client kita

Demikianlah menginstalasi Linux Debian, dan konfigurasi DND ( Bind9 ) dan routing control bersama agungmulyatkj

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Sample text

Sample Text

Sample Text